Cara Belajar Terbaik Adalah Berlatih

Jika anda ingin bisa berbahasa inggris, membaca al quran dengan fasih dan menghafalnya, memahami kitab kitab berbahasa arab dengan baik, dan sudah banyak cara anda lakukan untuk menguasai keahlian tersebut namun belum menguasainya juga, maka berlatihlah.

Kedengarannya sangat mudah untuk dikerjakan, akan tetapi sebenarnya memang sangat mudah dilakukan. Hanyalah perasaan negatif dari dalam diri saja yang mengatakan bahwa berlatih itu sulit.

Berlatih itu menyenangkan jika kita sudah terbiasa. Mulailah dengan hal hal yang paling mudah dan sederhana, namun harus dilakukan secara rutin walaupun hal itu menurut anda perkara yang remeh. Jangan lupakan target, karena hal inilah yang menentukan arah latihan anda. Target tidak perlu yang susah, mulai saja dengan yang paling mudah dan memungkinkan untuk dikerjakan. Tapi jangan terlalu mudah, misalnya memasang target hafalan al quran satu ayat untuk satu tahun, ini namanya gak serius belajar. Paling tidak, satu hari atau satu minggu untuk satu ayat.

Berlatih memiliki banyak manfaat. Diantaranya dengan berlatih, yakni ada sebagian waktu kita yang bisa digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat, kegiatan yang menjadikan kita bernilai lebih dari yang lain. Berlatih juga mengajari kita untuk menepati janji, karena berlatih adalah simbol dari komitmen kita untuk mencapai tujuan yang kita inginkan. Hasil dari latihan juga akan memberikan kepuasan tersendiri, kita jadi merasa lega dan bangga karena telah membuat capaian, atau setidaknya kita merasa memiliki sebuah passion yang akan kita gigit dengan gigi geraham sepanjang hidup sampai masuk ke liang lahat.

Maka sudah saatnya setelah membaca tulisan ini, tentukan target anda dan berlatihlah.

Wallahu’alam.

Pentingnya Menghafal Pelajaran

Sering kita dengar dari orang orang belakangan bahwasanya banyak menghafal adalah cara belajar yang salah. Menurut mereka, menghafal pelajaran adalah usaha belajar yang sia sia. Padahal, jika mereka ditanyakan soal 4×4 dengan cepat menjawab 16 tanpa perlu melihat kalkulator. Sesungguhnya mereka sudah menggunakan metode hafalan yang luar biasa besar manfaatnya.

Jangan pernah meremehkan hafalan, diantaranya orang orang yang malas menghafal, membatasi diri mereka hanya dengan menghafal tabel perkalian satu digit sudah merasa tidak perlu menghafal lagi. Ini adalah sebuah kesalahan. Ada juga sebagian orang yang tidak mampu menjawab soal perkalian satu digit dan bahkan harus repot repot melihat kalkulator hanya untuk perkalian sederhana karena mereka tidak suka menghafal. Mereka membatasi diri sendiri dengan tingkatan yang sangat kerdil.

Zaman dulu, para ulama Islam mampu menghafal tidak hanya selembar dua lembar manuskrip, melainkan satu atau dua jilid buku atau lebih dari itu, yang satu jilidnya terdiri dari ratusan lembar. Hingga berumur tua ingatan mereka masih tetap kuat untuk menghafal. Subhanallah!!! Bandingkan dengan orang orang tua sekarang, sering kali kita menganggap penyakit pikunnya adalah wajar. Hal itu akibat sejak mudanya tidak suka menghafal. Ingatannya tidak pernah dilatih, diasah, melainkan dibiarkan tumpul sebagaimana ujung telur yang rapuh.

Tentunya maksud penulis disini bukan mengajarkan betapa pentingnya menghafal tabel perkalian saja, melainkan agar para penuntut ilmu rajin melatih dirinya menghafal seluruh kaidah – kaidah ilmu dasar dari ilmu-ilmu yang ingin dikuasai. Jangan pikirkan kesulitan, jumlahnya yg terlalu banyak, atau yang lainnya, hal itu hanya membatasi dirimu yang sebenarnya mampu menghafal berjilid-jilid buku.

Katakanlah ingin menguasai ilmu bahasa Inggris, silahkan beli buku kecil ringkasan english grammar dan hafalkan. Dimulai dengan ringkasan 16 tenses berikut contoh penggunaanya serta hafalkan juga verb table nya. Jika sudah menghafal setidaknya 16 tenses dan 2 sampai 3 lembar verb table, pasti akan merasakan manfaat yang sangat besar sekali. Dengan modal tersebut anda sudah mampu memahami koran bahasa Inggris.

Yang lebih bagus lagi, hafalkan juga catatan-catatan yang berasal dari guru. Seorang guru akan sangat membantu sekali mengarahkan muridnya untuk menguasai ilmu lebih cepat, karena guru dulunya juga pernah belajar, sehingga mengetahui jalan tercepat untuk memahami pelajaran.

Wallahu’alam.