Pentingnya Menghafal Pelajaran

Sering kita dengar dari orang orang belakangan bahwasanya banyak menghafal adalah cara belajar yang salah. Menurut mereka, menghafal pelajaran adalah usaha belajar yang sia sia. Padahal, jika mereka ditanyakan soal 4×4 dengan cepat menjawab 16 tanpa perlu melihat kalkulator. Sesungguhnya mereka sudah menggunakan metode hafalan yang luar biasa besar manfaatnya.

Jangan pernah meremehkan hafalan, diantaranya orang orang yang malas menghafal, membatasi diri mereka hanya dengan menghafal tabel perkalian satu digit sudah merasa tidak perlu menghafal lagi. Ini adalah sebuah kesalahan. Ada juga sebagian orang yang tidak mampu menjawab soal perkalian satu digit dan bahkan harus repot repot melihat kalkulator hanya untuk perkalian sederhana karena mereka tidak suka menghafal. Mereka membatasi diri sendiri dengan tingkatan yang sangat kerdil.

Zaman dulu, para ulama Islam mampu menghafal tidak hanya selembar dua lembar manuskrip, melainkan satu atau dua jilid buku atau lebih dari itu, yang satu jilidnya terdiri dari ratusan lembar. Hingga berumur tua ingatan mereka masih tetap kuat untuk menghafal. Subhanallah!!! Bandingkan dengan orang orang tua sekarang, sering kali kita menganggap penyakit pikunnya adalah wajar. Hal itu akibat sejak mudanya tidak suka menghafal. Ingatannya tidak pernah dilatih, diasah, melainkan dibiarkan tumpul sebagaimana ujung telur yang rapuh.

Tentunya maksud penulis disini bukan mengajarkan betapa pentingnya menghafal tabel perkalian saja, melainkan agar para penuntut ilmu rajin melatih dirinya menghafal seluruh kaidah – kaidah ilmu dasar dari ilmu-ilmu yang ingin dikuasai. Jangan pikirkan kesulitan, jumlahnya yg terlalu banyak, atau yang lainnya, hal itu hanya membatasi dirimu yang sebenarnya mampu menghafal berjilid-jilid buku.

Katakanlah ingin menguasai ilmu bahasa Inggris, silahkan beli buku kecil ringkasan english grammar dan hafalkan. Dimulai dengan ringkasan 16 tenses berikut contoh penggunaanya serta hafalkan juga verb table nya. Jika sudah menghafal setidaknya 16 tenses dan 2 sampai 3 lembar verb table, pasti akan merasakan manfaat yang sangat besar sekali. Dengan modal tersebut anda sudah mampu memahami koran bahasa Inggris.

Yang lebih bagus lagi, hafalkan juga catatan-catatan yang berasal dari guru. Seorang guru akan sangat membantu sekali mengarahkan muridnya untuk menguasai ilmu lebih cepat, karena guru dulunya juga pernah belajar, sehingga mengetahui jalan tercepat untuk memahami pelajaran.

Wallahu’alam.

Kesulitan – Kesulitan Yang Ditemui Saat Mempelajari Bahasa Arab

Bahasa Arab adalah bahasa yang Allah pilih sebagai bahasa Al Quran. Tentunya bagi siapa saja, jika ingin mempelajari Al Quran secara mendalam maka wajib hukumnya memahami bahasa Arab.

Qadarullah, penulis saat ini mempelajari bahasa ini sejak 5 bulan yang lalu. Alhamdulillah, dalam waktu 5 bulan, setidaknya sudah bisa sedikit lancar membaca kitab gundul (kitab tanpa harakat), walaupun belum bisa memahami kalam kalam ulama dalam kitabnya secara keseluruhan.

Menurut pengalaman penulis selama mempelajari bahasa arab, ada beberapa hal yang bisa dijadikan evaluasi:

  1. Luruskan niat. Niat yang benar adalah bahwa mempelajari bahasa arab hanya untuk mengharap pahala dari Allah Subhanahu Wata’ala. Niat karena Allah inilah yang menjadikan kita istiqomah dan sabar.
  2. Dalam mempelajari bahasa arab, membutuhkan bimbingan guru. Adalah hal yang mustahil menguasai bahasa arab secara muthqin tanpa bimbingan guru. Beberapa bab pelajaran bahasa arab seperti nahwu dan shorof mungkin bisa dipelajari secara otodidak, namun jika bab pelajarannya seperti memahami konteks kalimat, membuat ungkapan (ta’bir) dan menerjemahkan sesuai dengan maksud mualif kitab, tidak bisa tidak, pasti membutuhkan bimbingan dari guru. Bahkan untuk mempelajari nahwu dan shorof saja, bisa jadi memakan waktu yang sangat lama, dan tidak tau jika ada kesalahan cetak dari buku yang digunakan.
  3. Kamus adalah suatu hal yang wajib kita punya. Dimulai dengan Kamus Arab Indonesia Mahmud Yunus  yang ditulis oleh Prof. Mahmud Yunus. Kamus ini juga disertakan cara mencari kosa kata arab, sehingga untuk pemula seperti penulis, sangat dimudahkan. Setelah kamus Arab Indonesia Mahmud Yunus, lanjut pada tingkatan berikutnya adalah menggunakan Kamus Arab Indonesia Al Munawir, yang ditulis oleh Ahmad Warson Munawir. Kamus ini lebih tebal dari Kamus Arab Indonesia Mahmud Yunus, karena kosa katanya yang lebih banyak. Tersedia juga dalam versi Indonesia – Arab. Namun, yang perlu digarisbawahi di sini adalah berhati hatilah menggunakan versi kamus Indonesia Arab (versi kamus yang menerjemahkan dari indonesia ke arab), karena terkadang bisa jadi makna yang kita inginkan tidak sesuai dengan bahasa arab yang sebenarnya (bahasa arab menurut orang arab). Setelah kita sudah terbiasa dengan membaca tulisan arab gundul maka lanjut pada tingkatan di atasnya, yaitu  Kamus Arab – Arab yang berjudul Mu’jam Al Wasith, yang ditulis oleh Syauqi Dhaif. Kamus ini lebih mirip seperti mini ensiklopedia dalam bahasa arab. Kamus ini melatih kita untuk belajar menjelaskan arti kosa kata arab dengan menggunakan bahasa arab.
  4. Dalam mempelajari bahasa arab, membutuhkan latihan yang terus menerus. Latihan ini bisa berupa sering membaca, sering mendengarkan, dan sering mengucapkan bahasa arab. Buku yang sangat bagus untuk latihan membaca adalah Durusul Lughoh Al Arabiyah, yang ditulis oleh Syaikh Prof. Abdurrahim, karena banyak sekali pengulangan – pengulangan kosa kata yang disertakan pada setiap bab dan latihan – latihan soalnya. Setidaknya kita menabung banyak kosa kata kosa kata yang mudah dihafal dari buku yang sangat bagus ini. Buku kedua yang juga sangat bagus untuk melatih mendengar bahasa arab, yaitu Buku Arabiyah Baina Yadaika. Buku ini sebenarnya sudah mencakup 4 aspek keterampilan berbahasa (membaca, menulis, mendengar, mengucapkan), namun guru penulis hanya mengambil materi hiwarnya (dialog) saja untuk latihan mendengar. Dari Arabiyah Baina Yadaik itupun juga sudah cukup banyak kosa kata kosa kata yang dipakai sehari hari, lengkap dengan ta’birnya (mengungkapkan sesuatu dalam bahasa arab) yang bisa diambil dari contoh contoh materi dialog.

Adapun kesulitan – kesulitan dalam yang dihadapi selama mempelajari bahasa arab:

  1. Kesulitan mencari masdar dari suatu fi’il. Mungkin karena minimnya pengetahuan penulis terhadap ilmu shorof, sehingga mencari masdar dari suatu fi’il di kamus sering kali tidak menemukan. Jika sudah menemukan kata yang mirip bentuknya, penulis ragu apakah masdarnya atau bukan.
  2. Kesulitan menerjemahkan kalam (ungkapan dalam bahasa orang arab ke bahasa yang dimengerti orang indonesia). Kalimat – kalimat dalam bahasa arab memiliki banyak susunan yang membingungkan, tidak mesti SPOK seperti bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.
  3. Kesulitan mencari kata yang pas dalam bahasa arab untuk mengungkapkan bahasa indonesia ke dalam bahasa arab. Jika hanya mengandalkan kamus indonesia arab, akan terkesan aneh di telinga orang arab atau bahkan tidak nyambung dengan orang arab.

Wallahu’alam.